Pendampingan Teknis Budidaya Vanili di Kabupaten Badung
Dalam upaya mengembalikan kejayaan komoditas vanili di Kabupaten Badung, Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Badung terus menunjukkan komitmen kuat untuk membangkitkan kembali potensi emas hijau yang sempat berjaya di masa lalu. Sejak tahun 2022, dinas ini telah menginisiasi program pengembangan vanili melalui pelaksanaan Participatory Rural Appraisal (PRA) sebagai dasar perencanaan strategis ke depan.
Program ini kemudian berlanjut pada tahun anggaran 2023 dan 2024 dengan pembangunan demplot vanili di Desa Sulangai dan Desa Pelaga, Kecamatan Petang. Demplot tersebut menjadi pusat pembelajaran dan penerapan standar budidaya vanili yang baik, sekaligus wadah bagi petani untuk belajar langsung praktik budidaya yang efektif dan berkelanjutan.
Memasuki tahun 2025, kegiatan pengembangan vanili ini akan diperkuat dengan pendampingan teknis lanjutan melalui kerja sama antara Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Badung dan Balai Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Bali. Pendampingan ini difokuskan pada penerapan standar budidaya, pengendalian hama penyakit secara terpadu, serta peningkatan keterampilan petani dalam perawatan tanaman vanili yang dikenal membutuhkan ketelatenan dan pengelolaan mikroklimat yang cermat.
Sebagai bagian dari kegiatan tersebut, pada Jumat (10/10/2025), Kepala BRMP Bali, Dr. drh. I Made Rai Yasa, MP., bersama tim melakukan pemupukan lanjutan tanah dan daun, serta penambahan mulsa sabut kelapa di lokasi demplot vanili Desa Pelaga, Kecamatan Petang, Kabupaten Badung. Kegiatan ini merupakan bentuk nyata pendampingan lapangan untuk memastikan tanaman tumbuh optimal dan tahan terhadap gangguan lingkungan.
Dalam keterangannya, Dr. I Made Rai Yasa menyampaikan bahwa pendampingan ini tidak hanya bertujuan meningkatkan produktivitas, tetapi juga membangun model pertanian bernilai tinggi berbasis komoditas unggulan lokal. “BRMP Bali berkomitmen mendukung penuh pengembangan vanili Badung melalui penerapan standar budidaya,” ujarnya.
Kepala Bidang Perkebunan Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Badung, Dr. Ir. Ni Luh Wayan Suparmi, M.M.A., pada berbagai kesempatan menyampaikan apresiasi kepada BRMP Bali atas dukungan dan pendampingan teknis yang telah dilakukan. “Kami berterima kasih kepada BRMP Bali yang telah membantu dalam peningkatan kapasitas petani vanili kami. Pendampingan teknis ini sangat penting karena vanili merupakan tanaman yang sensitif dan membutuhkan penanganan khusus. Dengan kolaborasi ini, kami optimistis vanili Badung dapat kembali menjadi komoditas unggulan yang membanggakan,” ungkapnya.